Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta mengalami renovasi total pada 2026. Ikon olahraga Indonesia sejak 1962 ini bertransformasi menjadi venue berstandar FIFA untuk menyambut ambisi tuan rumah Piala Dunia 2034.
Upgrade Fasilitas Tanpa Mengubah Ikon
Renovasi GBK dilakukan dengan prinsip adaptive reuse—memodernisasi fasilitas tanpa menghilangkan nilai sejarah dan arsitektur asli. Atap stadion diperkuat dengan struktur baja ringan yang lebih kokoh dan estetis. Kursi penonton diganti dengan model ergonomis berbahan anti-UV untuk kenyamanan maksimal. Sistem drainase lapangan ditingkatkan untuk mencegah genangan air saat hujan deras. Fasilitas difabel seperti kursi roda, toilet khusus, dan akses lift diperbanyak sesuai standar inklusivitas internasional.
Persyaratan FIFA dan Warisan untuk Bangsa
FIFA mensyaratkan standar ketat untuk venue Piala Dunia: lapangan berdimensi 105×68 meter, pencahayaan minimal 2000 lux untuk siaran HD, ruang ganti ber-AC, area mixed zone untuk media, dan ruang VAR (Video Assistant Referee). GBK memenuhi semua kriteria tersebut. Selain itu, area sekitar stadion dikembangkan menjadi sports hub dengan arena indoor, kolam renang Olimpiade, dan pusat pelatihan atlet. Renovasi GBK bukan hanya untuk event sesaat, tetapi warisan infrastruktur olahraga untuk generasi mendatang. Dengan GBK yang modern, Indonesia optimis menjadi tuan rumah event olahraga terbesar di dunia.